Kayaknya semakin hari jiwa ini terasa semakin perempuan.
Hehehe akhirnya aku yakin kalau aku adalah perempuan tulen, setelah ragu apakah aku perempuan yang berjiwa lakilaki.. hihihi
Eniwayyyy... kemarin aku bertemu dengan seorang lelaki yang memiliki angelic face.
owww my godddd..!!! TAPI... sungguh narsis berath and sadar banget dengan keindahan wajahnya yang bisa membuat diriku tak berpaling untuk beberapa saat.
Membuat aku jadi males gitu ngeliat dia. Soalnya tiap ngeliat dia pasti harus tercengang beberapa saat tanpa mampu berpaling muka. Memalukan memang.
Soalnya pertama kali gw melihat dia, langsung ajah tertulis di kepala gw kalau dialah my edward cullen. hahahahahaha
Salahnya dia juga ngeliatin gw siyy... fffuhhhhh walau nyadar banget kalau gw itu ngga mungkin dilihat dengan alasan yang sama ketika gw lihat dia hehehe
Man... kapan gw akan berubah ya... GR teruss!!! hihihihihi
Wednesday, 25 March 2009
Wednesday, 18 March 2009
Me, Edward Cullen and Bella Swan ;)
Writing my feelling about Edward Cullen.
He's my kinda guy.. he he he
Hwaaaahhhh begitu menyenangkan membaca Edward dan perasaan Bella. Bella begitu jelas menggambarkan perasaannya kepada Edward dan OMG, perasaan itu sesuatu yang aku juga pernah rasakan, dan wow tak pernah terbayangkan kalau itu bisa tertulis dengan begitu jelasnya.
Menonton film ini bersama seorang teman lama tidak menimbulkan sesuatu hal yang menarik buatku. Ternyata ketika membaca bukunya, baru aku sadari sebenarnya aku menonton film ini dengan orang yang tepat. Mengapa tepat? Karena orang yang menemani aku menonton adalah orang yang pernah membuatku merasa seperti Bella.
Bedanya, dia bukan vampir, dia ngga mencintaiku seperti Edward kepada Bella. Tentunya dia tidak berwajah angelic dan seganteng Edward. Tapi dia dulu membuatku merasa benarbenar seperti Bella.
Cos because i was madly in love with him that time, tak ada satu hari pun yang terbuang tanpa bersamasama dengan dia, kangen berat padahal baru sejam berpisah. He was always fun and loveable. Well sekarang sudah tidak merasa seperti itu lagi siyy. But i did stupidly and crazily felt the same like Bella did. Kalau sekarang siy, i dont feel he's worth enough to fallin with hihihihi. He's a friend now.
Tentunya Edward still my kinda guy... hihihihihi
He's my kinda guy.. he he he
Hwaaaahhhh begitu menyenangkan membaca Edward dan perasaan Bella. Bella begitu jelas menggambarkan perasaannya kepada Edward dan OMG, perasaan itu sesuatu yang aku juga pernah rasakan, dan wow tak pernah terbayangkan kalau itu bisa tertulis dengan begitu jelasnya.
Menonton film ini bersama seorang teman lama tidak menimbulkan sesuatu hal yang menarik buatku. Ternyata ketika membaca bukunya, baru aku sadari sebenarnya aku menonton film ini dengan orang yang tepat. Mengapa tepat? Karena orang yang menemani aku menonton adalah orang yang pernah membuatku merasa seperti Bella.
Bedanya, dia bukan vampir, dia ngga mencintaiku seperti Edward kepada Bella. Tentunya dia tidak berwajah angelic dan seganteng Edward. Tapi dia dulu membuatku merasa benarbenar seperti Bella.
Cos because i was madly in love with him that time, tak ada satu hari pun yang terbuang tanpa bersamasama dengan dia, kangen berat padahal baru sejam berpisah. He was always fun and loveable. Well sekarang sudah tidak merasa seperti itu lagi siyy. But i did stupidly and crazily felt the same like Bella did. Kalau sekarang siy, i dont feel he's worth enough to fallin with hihihihi. He's a friend now.
Tentunya Edward still my kinda guy... hihihihihi
Tuesday, 17 March 2009
Garagara Twilight the series niyyy
Aku menolak apa itu yang disebut cinta buta.
Tidak ingin terperangkap dengan kondisi seperti itu. Harus dijauhkan dari kondisi seperti itu.
Aku memang sedikit melankoli, owkehhh mungkin sangat melankoli. Hanya saja terperangkap hal seperti itu yang dinamakan cinta buta, atau katakata palsu yang berbunyi tak bisa hidup jika tak bersama.... aku tak mau seperti itu.
Tidakmautidakmautidakmautidakmau...!!!!
Sebenarnya ini garagara baca twilight the series. Cerita itu kan sangat jelas menceritakan perasaan perempuan. Aduhhh distraction dari kelakuan si Edward yang keren itu membuatku bertekad, jangan sampai aku melakukan halhal bodoh atau tibatiba merasa aku dan Bela swan itu adalah orang yang sama hehehe. Karena itu hanya cerita dan aku sangat mudah terpengaruh sama cerita yang kayaknya cocok dengan hati hehehehe
Hmmhhhh aku pernah merasakan yang dirasakan oleh Bela, tak mau terpisahkan... hhihihih tapi itu yang sedang di lawan. Aku tidak mau jatuh cinta dan kemudian menjadi manja. Terikat oleh perasaan yang selalu ingin bertemu dan selalu bersamasama. Aku menolak untuk merasakan itu lagi.
Menurutku itu adalah sebuah kemanjaan yang tidak baik. Membuat terikat pada perasaan yang membabi buta. Menyeramkan. Terutama ketika dirimu kemudian terpisah secara paksa. Atau di hempas mati..!! Aku tak mau seperti ituuuu..!!
Tidak ingin terperangkap dengan kondisi seperti itu. Harus dijauhkan dari kondisi seperti itu.
Aku memang sedikit melankoli, owkehhh mungkin sangat melankoli. Hanya saja terperangkap hal seperti itu yang dinamakan cinta buta, atau katakata palsu yang berbunyi tak bisa hidup jika tak bersama.... aku tak mau seperti itu.
Tidakmautidakmautidakmautidakmau...!!!!
Sebenarnya ini garagara baca twilight the series. Cerita itu kan sangat jelas menceritakan perasaan perempuan. Aduhhh distraction dari kelakuan si Edward yang keren itu membuatku bertekad, jangan sampai aku melakukan halhal bodoh atau tibatiba merasa aku dan Bela swan itu adalah orang yang sama hehehe. Karena itu hanya cerita dan aku sangat mudah terpengaruh sama cerita yang kayaknya cocok dengan hati hehehehe
Hmmhhhh aku pernah merasakan yang dirasakan oleh Bela, tak mau terpisahkan... hhihihih tapi itu yang sedang di lawan. Aku tidak mau jatuh cinta dan kemudian menjadi manja. Terikat oleh perasaan yang selalu ingin bertemu dan selalu bersamasama. Aku menolak untuk merasakan itu lagi.
Menurutku itu adalah sebuah kemanjaan yang tidak baik. Membuat terikat pada perasaan yang membabi buta. Menyeramkan. Terutama ketika dirimu kemudian terpisah secara paksa. Atau di hempas mati..!! Aku tak mau seperti ituuuu..!!
Wednesday, 4 March 2009
Lust of Caution the Movie
Lust of Caution
Waduhhh abis nonton film yang diperankan oleh Tony Leung dan Ta wei. mengambil latar tahun penjajahan jepang pada Asia. Terutama pada kota Shanghai di Cina.
Filmnya terasa begitu kuat dan mengesankan. Cuma adegan ranjangnya itu waduhhh... ribedhh bener deh.
Sebenarnya mungkin di adegan ranjang yang panjang dan begitu frontal mereka ingin memperlihatkan emosi campur aduk dari pemainnya. Perasaan dendam, hancur, dan juga timbul sedikit emosi jiwa bahwa mungkin dia (pemain wanita - mrs Mak) juga jatuh cinta. Kecewa pada pemimpin yang tidak juga mengambil keputusan untuk melakukan aksi, disaat dia sudah tidak punya kesabaran lagi. Karena dirinya sudah lelah dalam perasaan dendam dan mulai lemah pada perasaan cinta.
Huahhh... buat gw itu lumayan dalam ceritanya. Wajah lugu itu benerbener dirubah menjadi wajah seorang player...!!! Hebadhhh!! berhasil meyakinkan.
Beberapa hal yang mungkin bisa diambil di film itu adalah, ketika perasaan berbenturan dengan pekerjaan, RIBEDH..!!!
Lah pemain wanita itu sebenarnya jatuh cinta pada sang pemimpin drama (yang akhirnya menjebloskan seluruh pemainnya menjadi komplotan yang memberontak pada Jepang). Pemimpin itu juga punya perasaan yang sama pada Wong Cia, tapi kok malah disuruh belajar melayani lelaki dengan praktek sama teman sendiri...? KEJAM!!!
Sementara Wong Cia (pemain wanitanya)merasa sudah terlanjur basah ya sudah mandi sekalian. Wuahhh manusia selugu ituuu akhirnya bisa melakukan hal yang lebih berathh dari bayangan kemampuannya, hebadhhhhh!!!!
Akhir dari cerita itu adalah... siasia..!! Sedih bangethhh!!!!Gonddoggg, melegg!!!
Pfuhhh.. cerita yang bikin kesel.
Waduhhh abis nonton film yang diperankan oleh Tony Leung dan Ta wei. mengambil latar tahun penjajahan jepang pada Asia. Terutama pada kota Shanghai di Cina.
Filmnya terasa begitu kuat dan mengesankan. Cuma adegan ranjangnya itu waduhhh... ribedhh bener deh.
Sebenarnya mungkin di adegan ranjang yang panjang dan begitu frontal mereka ingin memperlihatkan emosi campur aduk dari pemainnya. Perasaan dendam, hancur, dan juga timbul sedikit emosi jiwa bahwa mungkin dia (pemain wanita - mrs Mak) juga jatuh cinta. Kecewa pada pemimpin yang tidak juga mengambil keputusan untuk melakukan aksi, disaat dia sudah tidak punya kesabaran lagi. Karena dirinya sudah lelah dalam perasaan dendam dan mulai lemah pada perasaan cinta.
Huahhh... buat gw itu lumayan dalam ceritanya. Wajah lugu itu benerbener dirubah menjadi wajah seorang player...!!! Hebadhhh!! berhasil meyakinkan.
Beberapa hal yang mungkin bisa diambil di film itu adalah, ketika perasaan berbenturan dengan pekerjaan, RIBEDH..!!!
Lah pemain wanita itu sebenarnya jatuh cinta pada sang pemimpin drama (yang akhirnya menjebloskan seluruh pemainnya menjadi komplotan yang memberontak pada Jepang). Pemimpin itu juga punya perasaan yang sama pada Wong Cia, tapi kok malah disuruh belajar melayani lelaki dengan praktek sama teman sendiri...? KEJAM!!!
Sementara Wong Cia (pemain wanitanya)merasa sudah terlanjur basah ya sudah mandi sekalian. Wuahhh manusia selugu ituuu akhirnya bisa melakukan hal yang lebih berathh dari bayangan kemampuannya, hebadhhhhh!!!!
Akhir dari cerita itu adalah... siasia..!! Sedih bangethhh!!!!Gonddoggg, melegg!!!
Pfuhhh.. cerita yang bikin kesel.
Monday, 2 March 2009
Coffee Shop
Mimpi itu hadir ketika aku berada di kelas satu atau dua SMP, memiliki coffee shop sendiri. Tempat dimana orang-orang bisa minum kopi dan memakan makanan ringan.
Tempat dimana orang bisa membaca buku sambil menikmati musik dan minumminum atau menanti seseorang datang menemuinya.
Tempat seseorang merasa berduka dan sedih sesedih sedihnya. Sendiri, berdua, beramairamai.
Coffee shop itu yang aku mau. Kadang aku berpikir Cranberries akan menyanyikan lagu version mellownya (formasi lama) disana seperti ode to my family,linger, No Need to argue, when your gone, dreaming my dreams...
Kemudian lagu yang paling inspiratif adalah Landon Pigg dengan Fallin at the coffee shop. Urgggghh... yayayaya.. keinginanku itu tak jauh dari coffee shop, minuman, makanan ringan, musics dan live performance accoustic.
Banyak pilihan bentuk coffee shop dari gaya italia pada umumnya, paris, atau bahkan kedai kopi cina...
Keinginan itu begitu besar, coffee shop Hanni, beverages+cakes+musics... accoustic version.
Mungkin ngga akan begitu laku... tapi aku sangat ingin punya tempat itu, tempat yang teduh, bersih dan nyaman. Aku jual tempat dan suasana disana.
Aku ingin sekali memilikinya...
Tempat dimana orang bisa membaca buku sambil menikmati musik dan minumminum atau menanti seseorang datang menemuinya.
Tempat seseorang merasa berduka dan sedih sesedih sedihnya. Sendiri, berdua, beramairamai.
Coffee shop itu yang aku mau. Kadang aku berpikir Cranberries akan menyanyikan lagu version mellownya (formasi lama) disana seperti ode to my family,linger, No Need to argue, when your gone, dreaming my dreams...
Kemudian lagu yang paling inspiratif adalah Landon Pigg dengan Fallin at the coffee shop. Urgggghh... yayayaya.. keinginanku itu tak jauh dari coffee shop, minuman, makanan ringan, musics dan live performance accoustic.
Banyak pilihan bentuk coffee shop dari gaya italia pada umumnya, paris, atau bahkan kedai kopi cina...
Keinginan itu begitu besar, coffee shop Hanni, beverages+cakes+musics... accoustic version.
Mungkin ngga akan begitu laku... tapi aku sangat ingin punya tempat itu, tempat yang teduh, bersih dan nyaman. Aku jual tempat dan suasana disana.
Aku ingin sekali memilikinya...