Sunday, 28 February 2010

my love life... quoting 500 days of summer

500 days of summer and my love life..
Walau sudah nonton berkalikali tetap tak bosanbosan, Soundtracknya kerren..!
Boy meets girl. Boy falls in love. Girl doesn’t.
Kalau katakata itu di reverse, voila.. that’s my love life. Pathetic. Saddy sad, hated it. Well mungkin tidak usah dibuat terbalik, but I’m the one who’s still single.
“It’s sound selfish, but I just like being on my own”-summer finn.
I dated twice in my life. The first one is accidentally boyfriend and the other is cyber love. I’m freaky freak!!

Sebenarnya semua berawal dari kegeeran. Geer yang berlebihan ini seringkali jadi penyebab patah hati yang ngga jelas. Karena aku tidak mau patah hati, sejak rasa geer itu datang, aku tekan dia agar tak bernafas. Beberapa orang kemudian mengatakan kalau hatiku tak tertebak. Tidak pernah ada respons atau sinyalsinyal ok.

I’m gonna tell you this guys, tell me upfront if you want me to be someone special. Coz I’m not a mind reader and a very bad signal receiver. The radar is disfunctional..!

Menyadari kekurangan itu, aku selalu berusaha terus terang untuk apa yang aku rasakan. Beberapa orang merasa itu terlalu vulgar. Well I’m working on it, still in progress. Mungkin sebab itu aku terjebak dalam TTM or HTS or anything similar without me realizing it..! Wow.. that really is sound pathetic!. Bukannya aku ngga mau memiliki komitmen. If you don’t tell me your feelings then – there is no such thing as love it’s just fantasy – summer finn. Karena ketika aku membuka hati maka semuanya tersedot masuk. Seperti masuk ke dalam pusaran air dan tak bisa keluar. Hmmh.. seramm..!!

Aku pernah suka dengan seseorang yang sepertinya – menurut geernya diriku, juga tampak menyukaiku..  . Dia kakak kelas. Aku tidak pernah bicara dengannya. Memandangnya hanya dari jarak jauh. Terkadang dengan sikap yang terlalu ekspresif (baca berisik/teriakteriak histeris) saat itu usiaku 12 or 13 tahun.
Aku punya bayangan- saat itu aku sekolah siang dan dia les or extrakurikuler di sekolah sore hari-, dia akan datang mengetuk pintu kelas dan mengatakan pada guru-yang saat itu pelajarannya terasa membosankan, maaf ya bu guru,-kalau ada hal yang penting yang mau dibicarakan denganku, padahal dia hanya mau kenalan. Dia menjadi pahlawan hari itu karena menyelamatkanku dari kebosanan. Kemudian kami bicara diantara rimbunan kembang sepatu.
Hwahahaha… khayalan yang ketinggian.
Kakak itu berpostur kurus, tinggi, berotot dan sempat berkacamata. Beberapa teman mengatakan kalau tampaknya kakak itu punya perhatian juga padaku. Karena dia suka lewat depan kelasku dan ketika berpapasan maka dia akan berhenti untuk memandangku. Seorang teman berkata, bahkan kakak itu pernah berdiri dibelakangku dan membelai rambutku. Well.. I didn’t know for sure. Karena dia tidak pernah bicara denganku, aku tidak memulai dan dia juga begitu walau banyak kesempatan. Hingga suatu kali ada seorang temanku yang cantik ingin kenalan dengannya. Dia tampak bersemangat, hatiku patah. Ketika mereka berkenalan aku ada disana , tak jauh dari tempat mereka bertemu. Kakak itu sempat bertanya “ Dia ngga kenalan juga?” dan menunjuk kearahku. Aku melengos pergi. Hatiku capek dengan harapan dan khayalan yang ketinggian. Dia bahkan tidak tahu siapa namaku. Bisa saja aku ikutan nimbrung kenalan, emhh but please..deh udah lewat! Capek dengan geer yang ngga penting, salah juga sih kenapa ngga dicoba kenalan duluan ya..? pemalu siy.. hihihihi walaupun berisik dan suka histeris.. hhihihi. Now he’s in my fb friend list, married.

Mengenai pernikahan beberapa teman pernah mengatakan “lo terlalu milih sih, buka hati, buka mata. Kenapa sih lo dulu ngga mau sama gw?” biasanya aku hanya tertawa dan balas jawab “emangnya lo mau ama gw?” aneh bin ajaib, ada yang menjawab dengan serius “ lo emang parrahh… Dulu kan gw sempet PDKT ngga di gubris..” aku sempat diam setelah beradu argumentasi panjang yang meyakinkan bahwa dia serius. Kenapa tidak bilang dari dulu, karena untukku dia adalah teman yang teramat baik dan akan sangat mudah untuk mencintai orang seperti dia. Aku bisa membayangkan hidup bersamanya, luv u dear friend. Sekarang dia hidup bahagia dengan istrinya. Memang bukan jodoh.

Teman yang lain bahkan pernah bertanya padaku ketika aku hendak beranjak pergi dari mobilnya, “have you ever had a strange funny feeling for me?” dia mau menikah dalam dua bulan dan memandangku dengan harapharap cemas. “ What do you mean?” aku bingung. “ Have you ever had love, once, or a tiny lil bit of it.. for me?”. I was shocked. Menakjubkan, karena dari dulu kami suka purapura ngedate, we called it a date, just for fun! Pergi menonton film atau makan dan dia bergaya gentleman dengan membukakan pintu atau mengambilkan air. Mengantarkanku pulang, dan kadang berkata,” should I kiss you or something?” and I said “shut up..!” lalu kita akan tertawa bersamasama. That was fun… he was fun! He never kissed me anyway, well I’ve never been kissed (a real kiss) by anyone in this life. That sound pathetic yaa..!! Dia bilang akan melepas semua rencana jika aku punya perasaan yang sedikit itu dan mengatakan iya. Kemudian aku berpikir, ada apa denganku? Kenapa aku tidak menyadari halhal ini? Temanku yang ini pun menikah dua bulan kemudian dengan pacarnya.

Apa aku sudah masuk klasifikasi orang teraneh dan tidak aware dengan lingkungan sekitar? Sepertinya iya..

Temanku berkata, aku membuka diri pada orang yang salah.. nah lho..!! Kenapa jadi begitu rumit?

Aku pernah merasa menemukan soulmate di usia 14 tahun. Saat itu aku menemukan banyak kesamaan atau dibuat sama dengan satu orang. Model rambut, lagu favorit (I used to call him radio. He loves to sing), kaos kaki, sepatu, tas, bahkan baju yang hendak kami pakai berwarna sama, berhujanhujanan diatas motor (we were enjoying the rain, rain.. rain don’t go away please stay..!) heheh norak memang, we were young, that’s what youngster do – norak..! Aku merasa dia adalah cinta pertamaku. Anyway.. kamu juga bertukar notes berisi puisi or similar things like that, hmhhh couple of weirdos.

Persis seperti Rachel bilang di film 500 days ini: even if you have something bizarre in common it doesn’t make you soulmate! Shes’s Dxxx right! I was just so in love with him. I adore him so much. My first love. Kami tidak pernah pacaran.
Saat itu aku accidentally pacaran dengan orang lain. Kenapa accidentally? Karena saat itu aku menunggu si “the one” itu datang ke rumahku on Saturday night, dia berjanji akan datang untuk membicarakan hal penting. Aku berasumsi dia akan mendeklarasikan perasaan yang sangat besar itu kepadaku. Aku sudah bersiapsiap dengan katakata indah. Dia tak datang malam itu. Orang lain yang datang. Orang lain ini dari dulu secara terangterangan menginanginkanku jadi pacarnya. Saat itu aku begitu kecewa, sehingga mengiyakan pertanyaannya yang menginginkan jawaban walau dengan sedikit paksaan (dia tidak mau pulang kalau aku tidak mengatakan iya) Hiks.. padahal hatiku tidak bukan untuknya, walau dia cukup manis dan bersikap sangat romantic. Itu penyesalan terbesar. Aku punya perasaan setinggi gunung, aku menyalahkan orang yang kujatuhi cinta pertama itu karena tidak datang. Dia pun membeberkan ceritanya.
Malam itu sebelum dia kerumahku, dia berkumpul dengan teman bikers (gank motor) dan orang yang jadi pacarku beberapa jam kemudian ada disana. Dia bercerita ke semua orang bahwa dia akan mengunjungi pacarnya (dia sebut namaku dan area rumahku). Cinta pertamaku terkejut. Untuk menghindari pertengkaran dia diam. Lalu mereka berjalan bersama kerumahku, tetapi memilih jalan yang berbeda. Ketika cinta pertamaku itu tiba, dia melihat lelaki itu sudah berada di teras rumahku. Dia memilih untuk terus pergi dan tak berhenti.Patah hati dari kejadian ini lama. Ini patah hati terparah, karena aku bisa merasakan dadaku berdarah dan darahnya mengalir diantara luka, perih. Itu terjadi ketika aku melihatnya bersama seorang wanita cantik pulang bersama dan sengaja terlihat didepanku. Padahal kami tidak pacaran. That’s hurt. Aku tahu dia juga pernah merasa luka.
Relationships are messy and feelings get hurts; Summer Finn
Aku tak lagi menemui pacarku itu. Mungkin aku hanya berstatus pacar 2 minggu atau sebulan. Aku tak pernah lagi bersama dengan satupun dari mereka. Hanya saja perasaan pada cinta pertama itu begitu kuat. Bahkan ketika bertemu setelah 14 tahun, aku masih terbawa masa lalu.

Quoting Rachel: “ I know you think she (he) was the one. I don’t. I think you’re just remembering the good stuff. Next time you look back, you should look again “. Then I move on.

Aku memang lebih sering sendiri. Bukan tidak mau pacaran, pacar terakhir adalah orang yang aku kenal di internet. Terdengar lucu dan tak masuk akal, tapi kami pacaran selama 2 tahun. Sesuatu yang dijalani dengan iseng, tapi kemudian dia tahu jadwal harianku seperti aku tahu jadwal hariannya. Sabtu dan minggu menjadi hari wajib terima telepon, karena kalau tidak maka akan terjadi perang hehehe aneh memang, dia menjadi sangat over protektif. Bisa lebih dari tiga hari sekali online dengan webcam. Sesuatu yang hanya chatting pertemanan berubah menjadi ketergantungan emosional. Dua tahun yang sepi dan ramai.

Kami pernah berencana akan menikah, aku kenalkan dengan ibuku melalui telepon. Menghabiskan pulsa internet dengan online terus menerus. Bisa lebih dari 48 jam. Kami punya khayalan yang tinggi. Saling membuka aib, berusaha jujur walau pahit. Ternyata aku tidak bisa menerima jujur yang pahit. Ternyata aku tidak bisa menerima dia apa adanya. Terlalu banyak perbedaan dalam memandang hidup. Perbedaan menjadi jarak dan usahanya untuk datang ke Indonesia selalu terhalang. Kemudian dia sakit dan hampir mati. Aku memohon petunjuk jika kiranya dia adalah jodohku maka aku rela menerima dia dengan segala perbedaan itu. Komunikasi semakin intens, tapi hatiku mati rasa. Setelah dia sembuh, kami pun berpisah. Aneh memang, walau ini adalah cyber love, perpisahan terasa berat. Tak jauh rasanya seperti patah hati, feeling alone and lonely, padahal dari dulu juga sendiri, namanya aja long distance. Karena itu aku tidak menganjurkan yang namanya long distance, selain komunikasi telp yang bisa terputus karena signal bisa menjadi masalah besar, permasalahan salah paham yang dibutuhkan untuk bicara empat mata tidak bisa selalu selesai dengan bicara online. Tidak bisa membaca gesture, kadang suara tidak terbaca ekspresinya. Salut buat yang bisa menjalaninya. For me long distance is suck.. sorry to say.

Aku tidak bisa membaca signal, aku takut geer berlebihan. Aku pernah merasa ditinggal menikah oleh orang yang kukira menginginkanku dan memerlukanku dalam hidupnya hehehe.. (segitu geernya…!!) Aku bahkan menulisnya dengan sedih:

Seharusnya aku tak mengatakan padamu tentang kerinduan.
Seharusnya aku tak boleh begitu polos membalas komunikasi yang intens.
Seharusnya aku bisa mengerti dan tahu menempatkan diri.

Jika saja aku tahu kau akan menikah,
dan bukan denganku.

2009


Teringat katakata narrator menjelang ending 500 days of summer ini .. tom was sure there isn’t such fate or destiny, it’s all just coincidence..
But you have to take a small step to make it fate, to make it your destiny. Itu yang harus dilakukan, banyak kebetulan yang terjadi, well mungkin itu bukan kebetulan, tetapi kesempatan yang harusnya digunakan. Kejadian masa lalu itu ada mungkin sebenarnya sebagai satu pelajaran hidup, sesuatu yang tidak diajarkan disekolahan. Sesuatu yang mengajarkan perasaan sakit, perasaan senang, sesuatu yang buruk, sesuatu yang baik. I’ve been through worst thing in my life, and also the great thing, I believe there will be more either worst or great things out there, still waiting for me to come out from my cell. Aku sedang merangkak pelanpelan keluar dari dalam tempurung. Memang masih jadi orang aneh.. hehehe but that’s me anyway, not perfect but in progress to improve myself heheheh

Cheers

Thursday, 18 February 2010

uww

I dont wanna stand in the middle. I dont like it.
I love him so much, and i dont want him to be with her. I just dont click with her.
But she is a very nice young lady.
Well i'm not gonna tell u bullshit, but she's fine. I just dont know why i refuse the match between him and her.
Maybe because i'm just jealous, he is my best friend (so i tought) and she's just a friend. Suddenly they met and in love each other(or just him) i was just laughed. But when it get serious, i dont like it.

Well.. i dont care what they wanna do.. but dont keep me stand in the middle.

I'm not a match maker. Do what ever you guys wanna do, just dont tell me.. dont details me. Cos i'm not interested with your romance.

Umm, am i rude..?

Tuesday, 16 February 2010

Should i tell you?

should i tell you about my dream?
Cos i dreamt of you. stay by my side.
That was a very nice dream.
but that was just a dream.
You know.. when you find out that he's so close but too far to reach.
hate that kind of feeling.
I really want to see you again.
No, this is not the intimate feeling. But i am interested in you.
Maybe that's only reason. I'm so curious to see your reaction about the pictures and else.
I really want to make contact with you. I do. Really do.
Just don't know how.
Just too scare that you will ignore.
Maybe that is too much, but that's how i feel.
I wanna look good in your eyes.
You laughed at me many times.
You make my confidence blown away.
So hard to make you have good impression about me.
That is hard, cos you think i'm funny, freaky funny.