Monday, 23 May 2011

Perempuan itu tersenyum malumalu.
Beberapa undangan ditangan terpegang erat.
Ketika undangan itu berpindah, dia tersipu. Beberapa orang memandangnya takjub, terkejut. Tersenyum memandangnya, wajah bahagia.

Aku memandang dari jauh. Ikut tersenyum melihat wajah tersipu gadis itu.

Dan aku menghela nafas kembali, bibir ini tersenyum. Beruntung bibir itu bukanlah cermin hati. Karena hatiku sedang berdarah kini.

Membuatku ingin kembali menenggelamkan diri ke dalam tumpukan kertas ini.
Ah, aku juga menginginkan saat tersipu malu seperti itu.

Bibirku tersenyum.

No comments:

Post a Comment