Oh Please don’t you rock my boat…. dan lagu ini terngiang-ngiang di kepalaku ketika boat Menggala 3 berjalan dengan dua mesin balingbaling.
Ya, kali ini aku tidak berkelompok. Sendiri dan tak kenal dengan orangorang sekitar. Suasana yang berbeda. Guide leadernya begitu ramah, hingga tanpa sadar kemudian aku berbicara dengan hampir semua orang di dalam boat yang tak begitu besar itu. Betapa cepat sebenarnya aku terinfeksi oleh kehangatan orangorang ini. Ikut tertawa dengan lawakan ketinggalan zaman yang renyah dari para orangtua.
Walau bagaimanapun aku berada di antara kelompok orang yang sudah saling mengenal sebelumnya. Dari senyum yang entah kenapa tak terasa terpaksa mendengar cerita dan guyonan yang ajaib itu aku mendapatkan perhatian mereka, ditawari makan, minum, diajak duduk bersama dan mereka mulai bercerita tentang halhal lampau yang tak terjangkau pikiranku. Aku merasa perjalanan sampai di Pulau itu tak begitu lama.
Satu per satu kegiatan di mulai. Begitu banyak waktu luang. Aku kembali merasa bosan dan sendiri. Beruntung aku membawa Petir yang di pinjamkan oleh teman adikku. Terbantu dengan suara angin dan cekikikan yang terdengar mencurigakan oleh para orang tua itu. Akhirnya mereka mengacaukan acara membaca ini. Aku pun kembali berkumpul dengan mereka.
Lelaki pantai itu berkulit coklat pekat dari sinar matahari yang terasa hangat. Menggunakan celana pendek dan kaos merah mengajakku berjalan mengitari pulau. Dia adalah guide di Pulau ini dan juga seorang penyelam yang layak diandalkan. Kemudian sampailah di sebuah kolam renang yang berhadapan dengan laut. Para peserta melakukan pemanasan dengan berenang didalamnya, sementara lelaki itu mengambil tempat untuk meluruskan tubuh memakai kacamata hitamnya dan kemudian tertidur sambil menikmati suara ombak. I noticed him since the first time I saw him, sexy.
Tak lama sesudah berkeliling dari satu pulau ke pulau lain dan tujuan utamaku tersampaikan. Aku merasa lelah. Tertidur dengan cepat dan melupakan acara barbeque yang dikabarkan akan fantastis.
Keesokan harinya, lelaki pantai ini dengan kaos oranye terang pertanda crew dan celana pendek datang kepadaku dan bertanya mengapa aku bisa tidak datang diacara tersebut. Mata itu memandangku kecewa. Ah, berulangkali kukatakan maaf, aku ketiduran. Dia hanya tersenyum setengah terpaksa. Sementara seorang bapak memujinya dengan begitu tinggi karena barbeque itu terenak yang pernah dirasakannya padahal dia telah berulangkali pergi ke Papua dan Makasar yang memiliki kekuatan ikan bakar yang hebat, dan barbeque tadi malam, sangat berkesan. Aku memandang matanya dengan perasaan bersalah, maaf.
Tak lama acara snorkeling di mulai. Snorkeling for beginner seorang guide untuk snorkeling menjelaskan bagaimana cara untuk bernafas, menggunakan peralatan dengan benar dan aturan yang aman untuk melakukan snorkeling ini. Aku terkesan, biasanya ketika saatnya snorkeling maka kami akan dibawa langsung menuju spot dan dibiarkan mengapung memandangi dunia bawah laut itu sendiri, sebebasnya.
Aku mulai snorkeling itu sendiri di pinggir pantai, tak lama lelaki pantai itu mengajakku bersama, ayo kita ketengah. Dia memberikan tangannya kepadaku. Aku meraihnya dan dia membawaku dengan cepat ke tengah. Dia biarkan tanganku menggenggam lengannya, karena terkadang akan lebih mudah jika aku menarik lengan itu daripada harus ikut berenang mengitari spot tempat belajar . Tak ada karang yang benar benar bisa dilihat.
Guide leader pun memberikan aba-aba untuk segera kembali ke kapal untuk menuju spot soft coral yang sebenarnya. Aku pun duduk manis di boat tanpa banyak bicara. Sendiri. Well, aku memang datang sendiri, kan?
Spot snorkeling itu tampak sangat menggoda, aku dengan segera turun dan mengapung memandangi ikanikan yang merubungi remahremah biskuit. Indahnya. Ikan cantik dan karangnya warnawarni..! Aku seperti menemukan duniaku, aku, ikanikan cantik dan karang Indah, luar biasa! Keindahan yang menggetarkan. Hingga tanpa sadar aku sudah jauh dan mengelilingi kapal itu sendirian. Sepertinya aku tak memerlukan orang lain, ini surga lautku.
Tibatiba aku merasa namaku dipanggil. Ya, lelaki coklat pekat itu memanggil namaku memberikan tangannya dan mengajakku berkeliling. Tangannya terentang kearahku, aku memegang lengannya lalu aku merasa dia meraih tanganku dan menggenggamnya. Yaa! Dia menggenggam tanganku dan membawaku berkeliling melihat keindahan bawah laut itu, menjauh dari kelompok yang lain. Oh, aku tak sendiri memandang keindahan laut itu. Oh, aku tak tahu jika genggamannya bisa membuatku merasa dunia laut ini jauh lebih Indah. Hatiku berdebar. Aku tak lagi menarik lengannya karena tanganku dan tangannya saling menggenggam bersisian. Begitu kencang debar jantungku hingga aku bergerak mengimbangi kecepatannya, tidak lagi membiarkannya berenang sendiri dan hanya menarik lengannya. Aku, ikanikan cantik, karang Indah dan genggaman tangan itu. Genggaman tangan yang seakan berkata, ‘I promise you, I won’t let go’. Seseorang menggenggam tanganku dan membawaku melihat pemandangan Indah yang tak biasa itu. Ya.. bawa aku berkeliling lebih lama. Hatiku tertinggal di tempat itu.
Dan rasanya aku mendengar Bob Marley bernyanyi dengan hatinya yang reggae…
Oh, please don't you rock my boat
'Cause I don't want my boat to be rockin'
I'm telling you that, oh, oh-ooh, wo-o-wo!
I like it - like it this
So keep it steady, like this.
And you should know - you should know by now:
I like it like this, ooh yeah!
You satisfy my soul
Every little action
there's a reaction
Oh, can't you see what you've done for me, oh, yeah!
I am happy inside all of the time. Wo-oo-o-oo!
….
Whoa, child! Can't you see? You must believe me!
Oh darling, darling, I'm calling, calling:
Can't you see? Why won't you believe me?
Oh, darling, darling, I'm calling, calling
When I meet you around the corner,
Oh, I said, "Baby, never let me be a loner",
And then you hold me tight, you make me feel all right.
Yes, when you hold me tight, you made me feel all right.
….
….
Laut biru cerah, ikan cantik, karang warnawarni, sinar matahari dan genggaman lelaki pantai itu…
Soundtrack for this scene: satisfy my soul – Bob Marley