Total Pageviews

Wednesday, 4 November 2009

You're My Everything - Renegade

Rencananya mau menulis tentang buku yang baru saja dibaca eh ter distract berat sama lagu Renegade-You're my Everything yang lagi di dengerin di headphone ini.

Ya udah.. ganti judul You're My Evertything - Renegade.

Damn... mules sekarang dengerin lagu ini. Aneh, diriku masih merasakan vibe yang sama ketika mendengarkannya 15 tahun yang lalu. Huhuuhuhu, membaca bukubuku tentang cerita cinta yang bersatu, membuat diri ini tambah mules juga.

I must face it. He's not belong to me.

Cedih...

Kenapa ya? Sepertinya dia begitu kuat menanam akarnya jauhhhh didalam sana. Hingga walaupun telah dipangkas, dirobohkan dan ditarik sekuatnya untuk pergi, tibatiba saat bertemu maka akar yang mungkin tertinggal dan kecil itu tumbuh cepat melesat tinggi, subur dan rindang. Hanya dalam hitungan detik. Aku tak bisa mencegahnya, tak mampu. Mungkin juga ada unsur, tak mau.

Gila ya.. selalu saja ketika aku memulai perasaan yang baru, kalau ketemu orang ini semua hancur berantakan..!!

Coba kita list dia itu bagusnya apa...?
Tinggi, banget, itu yang bikin dia dilihat sama banyak orang, karena tinggiku hanya sebatas bahunya saja. Hikss.. dulu dia lebih kecil dariku, pernah sama tinggi denganku, sekarang dia tinggi sekali. Hhhhhh...! Somehow buatku dia selalu keren sih.

Kayaknya cuma itu yang bagus, yang lain biasa. Ahh.. tidak ada yang biasa tentang dia. Dia extraordinary, dia unik, dia aneh, freak..!

Aku suka.

Untuk bicara apa yang dirasakan saat ini, aku tidak tahu. Ini tidak jelas, sangatsangat tidak jelas. Brengsekkk!! Jangkrikkk Rebusss!!! Cangcorang itemmmm!!!

uwwwhhh... dia bahkan tidak punya perasaan itu lagi. Perasaan yang diakui pernah dirasakan saat bersamasama denganku dulu. Setidaknya dia tahu, kalau aku juga punya perasaan sama dengan dia. Saat itu, 15 Tahun yang lalu ketika usiaku menjelang 14 tahun itu aku mulai jatuh cinta kepadanya. Sama dia. Walaupun berpacaran dengan orang lain, si croccodile Andi, pacar pertama, tapi ORANG ANEH ini adalah cinta pertama. Mm.. sorry Al, Tan, dirimu tak terhitung karena masih dibawah 14 tshun he he he

Dia bersuara lantang dan sedikit serak. Dia tampak kasar. Dia kerap melontarkan caci dan maki. Dia bernyanyi dengan kencang. Dia pemalu. Dia Sensitif. Dia mudah tersulut emosi. Dia romantis. Dia Manis. Dia pintar. Dia bisa jika dia mau, jadi apa saja. Itu yang aku tahu. Aku punya keyakinan itu. Keyakinan besar itu. Tak pernah aku punya keyakinan pada seseorang seperti itu.

Eeeeniwei, i'm not sure what love means, but it might happening to me kan??
Cos i was verryyy addicted to him. He was my heroin. Was... suppose not anymore right now.

Masih suka terganggu. Terganggu keinginan untuk mengganggunya. hmhhhh could you please go away, off my mind..!! Hmmm sepertinya aku yang tidak mau melepasnya dari pikiran.

Ok.

Saatnya untuk menjadi waras dan normal.

Mungkin karena sampai sekarang aku belum menemukan seseorang yang bisa mengakomodir kegilaan yang tidak jauh berbeda. Bebas menjadi gila ketika bersamasama. Mungkin. Dan itu menjadikan dirinya segalanya untukku. You're my everything. Terdengar sangat gombal. Tapi itu adalah sebuah ekspresi, sebuah kebutuhan yang nyata. Dia seperti udara yang tidak bisa berhenti ku hirup demi hidup. Untuk melepasnya terasa sakit. Padahal mungkin dia bukan udara, tapi adalah kilat yang memberi warna secercah sesekali. Mengejutkan, menggetarkan. Kepala ini terasa berat membicarakannya. Aku terlalu lama masuk dalam nostalgia anganangan. Tidak pernah ada Kami or kita saat itu. Tidak pernah ada hubungan tertentu secara pasti. Aku dan dia hanya sebatas bayangan, kebersamaan sesaat, dan kesan yang sangat mendalam. Aku punya lagu ini yang selalu menginngatkan keberadaannya dulu. Perasaannya dan perasaanku dulu.

Seperti kilat, memberi kilau sesekali, menggelegar, menggetarkan, mengesankan. Berharap aku tidak terbakar hangus tersambarnya.

Hhhh

No comments:

Post a Comment