Rasanya seperti tersengat listrik! Perempuan itu duduk dihadapanku dan hanya perlu sekelebat pandang saja untuk mengenalinya. Sebuah tank top yang longgar nyaris memperlihatkan seluruh dadanya dan tak ada keinginan untuk perduli dengan apa yang dipakainya. Wajahnya polos tanpa make up dan sebatang rokok di tangan kiri. Dia tertawa lepas dengan lelaki dihadapannya -yang tentu saja dengan leluasa membiarkan matanya melahap habis tampilan perempuan itu. Perempuan itu seorang pengarang.
Aku pernah membaca salah satu bukunya. Rasanya aku hampir ingin membuang buku itu karena begitu muak dengan semua bahasa vulgar yang digunakan. Berbicara tentang selangkangan dan membuatnya seakanakan hanya ada satu masalah itu didunia ini. Rasanya begitu banyak hal yang ingin aku perdebatkan dengan beragam pikiran yang ditanam dibuku itu. Ah, betapa aku tidak suka membaca tulisannya! Ah.. betapa aku masih terus mencari bukubukunya! Sial!
Perempuan itu memandangku tanpa minat. Aku alihkan pandangan ke tempat lain. Ingin mengumpat rasanya. Dia membuatku tampak tak berarti disitu, hanya seperti pajangan berdebu.
Aku sempat mendengar bahwa dari jaring labalaba silsilah pernikahan keluarga, aku sempat tergaris jauh dengan garisgaris semrawut keluarganya. Membuat dia sempat mejadi salah seorang tante akibat jaring pernikahan. Tapi dia tidak mengenalku, tidak seperti aku. Arrggh!. Rasanya tubuhku bergetar. Entah apa sebenarnya yang terjadi ini. Aku sendiri tak mengerti.
Ada sesuatu dari perempuan itu yang tidak aku suka. Mungkin karena dia terlalu bebas, terlalu bersikap semaunya, terlalu mudah mendapatkan perhatian dari para lelaki?
Ah, aku bahkan tak punya urusan dengan itu. Ada satu energy yang berujung pada amarah. Aku bahkan tak tahu sebabnya. Soal pertautan garis itu pun aku tak pernah benarbenar tahu keasliannya.
Lalu apa sebab aku bisa memiliki perasaan yang aneh ini? Aku tak suka dengan perempuan itu. Aku tahu. Masalahnya aku selalu saja mendengar namanya, membaca review tentang bukunya, bahkan membaca buku itu. Aku tak habis pikir.
Siapa yang jadi aneh? Aku? Oh, aku.
Bahkan dia tak tahu siapa aku. Memandangku tanpa minat, hanya seperti pajangan berdebu. Sial!
Tak lama sesudahnya perempuan itu me-launching novel sastra terbarunya yang ditulis bersama banyak teman lelakinya.
Berisi pergumulan lakilaki dan perempuan. Seks, rindu dan selingkuh.
Kabarnya, begitu ramai di twitter.
Oh.. bahkan aku mencari tahu tentang itu.
Menakjubkan!
No comments:
Post a Comment