Wednesday, 5 October 2011

Pasir putih, pohon kelapa, suara ombak dan langit biru.


Oh Please don’t you rock my boat…. dan lagu ini terngiang-ngiang di kepalaku ketika boat Menggala 3 berjalan dengan dua mesin balingbaling.

Ya, kali ini aku tidak berkelompok. Sendiri dan tak kenal dengan orangorang sekitar. Suasana yang berbeda. Guide leadernya begitu ramah, hingga tanpa sadar kemudian aku berbicara dengan hampir semua orang di dalam boat yang tak begitu besar itu. Betapa cepat sebenarnya aku terinfeksi oleh kehangatan orangorang ini. Ikut tertawa dengan lawakan ketinggalan zaman yang renyah dari para orangtua.

Walau bagaimanapun aku berada di antara kelompok orang yang sudah saling mengenal sebelumnya. Dari senyum yang entah kenapa tak terasa terpaksa mendengar cerita dan guyonan yang ajaib itu aku mendapatkan perhatian mereka, ditawari makan, minum, diajak duduk bersama dan mereka mulai bercerita tentang halhal lampau yang tak terjangkau pikiranku. Aku merasa perjalanan sampai di Pulau itu tak begitu lama.

Satu per satu kegiatan di mulai. Begitu banyak waktu luang. Aku kembali merasa bosan dan sendiri. Beruntung aku membawa Petir yang di pinjamkan oleh teman adikku. Terbantu dengan suara angin dan cekikikan yang terdengar mencurigakan oleh para orang tua itu. Akhirnya mereka mengacaukan acara membaca ini. Aku pun kembali berkumpul dengan mereka.

Lelaki pantai itu berkulit coklat pekat dari sinar matahari yang terasa hangat. Menggunakan celana pendek dan kaos merah mengajakku berjalan mengitari pulau. Dia adalah guide di Pulau ini dan juga seorang penyelam yang layak diandalkan. Kemudian sampailah di sebuah kolam renang yang berhadapan dengan laut. Para peserta melakukan pemanasan dengan berenang didalamnya, sementara lelaki itu mengambil tempat untuk meluruskan tubuh memakai kacamata hitamnya dan kemudian tertidur sambil menikmati suara ombak. I noticed him since the first time I saw him, sexy.

Tak lama sesudah berkeliling dari satu pulau ke pulau lain dan tujuan utamaku tersampaikan. Aku merasa lelah. Tertidur dengan cepat dan melupakan acara barbeque yang dikabarkan akan fantastis.

Keesokan harinya, lelaki pantai ini dengan kaos oranye terang pertanda crew dan celana pendek datang kepadaku dan bertanya mengapa aku bisa tidak datang diacara tersebut. Mata itu memandangku kecewa. Ah, berulangkali kukatakan maaf, aku ketiduran. Dia hanya tersenyum setengah terpaksa. Sementara seorang bapak memujinya dengan begitu tinggi karena barbeque itu terenak yang pernah dirasakannya padahal dia telah berulangkali pergi ke Papua dan Makasar yang memiliki kekuatan ikan bakar yang hebat, dan barbeque tadi malam, sangat berkesan. Aku memandang matanya dengan perasaan bersalah, maaf.

Tak lama acara snorkeling di mulai. Snorkeling for beginner seorang guide untuk snorkeling menjelaskan bagaimana cara untuk bernafas, menggunakan peralatan dengan benar dan aturan yang aman untuk melakukan snorkeling ini. Aku terkesan, biasanya ketika saatnya snorkeling maka kami akan dibawa langsung menuju spot dan dibiarkan mengapung memandangi dunia bawah laut itu sendiri, sebebasnya.

Aku mulai snorkeling itu sendiri di pinggir pantai, tak lama lelaki pantai itu mengajakku bersama, ayo kita ketengah. Dia memberikan tangannya kepadaku. Aku meraihnya dan dia membawaku dengan cepat ke tengah. Dia biarkan tanganku menggenggam lengannya, karena terkadang akan lebih mudah jika aku menarik lengan itu daripada harus ikut berenang mengitari spot tempat belajar . Tak ada karang yang benar benar bisa dilihat.

Guide leader pun memberikan aba-aba untuk segera kembali ke kapal untuk menuju spot soft coral yang sebenarnya. Aku pun duduk manis di boat tanpa banyak bicara. Sendiri. Well, aku memang datang sendiri, kan?

Spot snorkeling itu tampak sangat menggoda, aku dengan segera turun dan mengapung memandangi ikanikan yang merubungi remahremah biskuit. Indahnya. Ikan cantik dan karangnya warnawarni..! Aku seperti menemukan duniaku, aku, ikanikan cantik dan karang Indah, luar biasa! Keindahan yang menggetarkan. Hingga tanpa sadar aku sudah jauh dan mengelilingi kapal itu sendirian. Sepertinya aku tak memerlukan orang lain, ini surga lautku.

Tibatiba aku merasa namaku dipanggil. Ya, lelaki coklat pekat itu memanggil namaku memberikan tangannya dan mengajakku berkeliling. Tangannya terentang kearahku, aku memegang lengannya lalu aku merasa dia meraih tanganku dan menggenggamnya. Yaa! Dia menggenggam tanganku dan membawaku berkeliling melihat keindahan bawah laut itu, menjauh dari kelompok yang lain. Oh, aku tak sendiri memandang keindahan laut itu. Oh, aku tak tahu jika genggamannya bisa membuatku merasa dunia laut ini jauh lebih Indah. Hatiku berdebar. Aku tak lagi menarik lengannya karena tanganku dan tangannya saling menggenggam bersisian. Begitu kencang debar jantungku hingga aku bergerak mengimbangi kecepatannya, tidak lagi membiarkannya berenang sendiri dan hanya menarik lengannya. Aku, ikanikan cantik, karang Indah dan genggaman tangan itu. Genggaman tangan yang seakan berkata, ‘I promise you, I won’t let go’. Seseorang menggenggam tanganku dan membawaku melihat pemandangan Indah yang tak biasa itu. Ya.. bawa aku berkeliling lebih lama. Hatiku tertinggal di tempat itu.

Dan rasanya aku mendengar Bob Marley bernyanyi dengan hatinya yang reggae…

Oh, please don't you rock my boat

'Cause I don't want my boat to be rockin'

I'm telling you that, oh, oh-ooh, wo-o-wo!

I like it - like it this

So keep it steady, like this.

And you should know - you should know by now:

I like it like this, ooh yeah!

You satisfy my soul

Every little action

there's a reaction

Oh, can't you see what you've done for me, oh, yeah!

I am happy inside all of the time. Wo-oo-o-oo!

….

Whoa, child! Can't you see? You must believe me!

Oh darling, darling, I'm calling, calling:

Can't you see? Why won't you believe me?

Oh, darling, darling, I'm calling, calling



When I meet you around the corner,

Oh, I said, "Baby, never let me be a loner",

And then you hold me tight, you make me feel all right.

Yes, when you hold me tight, you made me feel all right.

….

….

Laut biru cerah, ikan cantik, karang warnawarni, sinar matahari dan genggaman lelaki pantai itu…

Soundtrack for this scene: satisfy my soul – Bob Marley

Friday, 30 September 2011

Am I wife material?

Am I wife material?



Pertanyaan yang kemudian terngiangngiang. Akan terdengar lucu kalau pertanyaan ini terjadi ketika masih diusia belasan atau di awal duapuluhan. Bukan disaat ini.


Ya, saya hidup untuk diri saya sendiri (most of the time). Sesudah saya lihat dengan skala yang lebih luas, hidup saya itu ternyata terdiri dari orangtua dan juga adik saya. Tak kalah penting Oma dan sepupusepupu dekat. Juga tantetante dan omom saya. Ya, ternyata saya tak selalu sendiri karena orangorang ini warawiri bahkan tanpa sekehendak saya.


Temanteman saya yang terus terang membentuk hidup saya. Membuat saya bisa tibatiba menjadi sosok yang begitu hangat dan juga begitu dingin. Membuat saya merasa begitu sepi dan juga begitu ramai. Mereka yang tentunya berbeda dengan saya. Mereka yang ajaib ataupun saya yang mereka pikir ajaib.


Saya berbagi hidup dengan mereka hampir seumur hidup saya ini. Satusatu pergi dan yang lain datang. HIngga sampai pada sebuah pertanyaan, kapan kawin? Saya biasanya hanya tertawa. Atau melengos pergi. Atau berkata halhal yang penuh basabasi.


Am I wife material?


Saya tidak tahu dan mungkin tidak ingin tahu. Saya capek bertanya pada diri saya ini. Apa saya termasuk dalam kategori ini? Wife material? Kadang saya merasa tidak memerlukan lelaki dalam hidup. JIka saya merasa lelaki ini hanya membuat saya sebagai pelayannya, melayani di dapur dan kasur, untuk apa? Saya juga ingin dilayani. Apa kemudian saya berpikir agak materialistis? Mungkin. Karena jika ada lelaki dalam hidup saya, inginnya mereka bisa ikut serta meringankan beban dan bukan menambah beban.


Saat ini saya bisa menghidupi diri dan juga kerabat dekat. Walaupun banyak sekali orang berkata, kamu itu single kok ngga punya tabungan?


Well.. begitulah, ternyata banyak orang yang warawiri dalam hidup saya. Membuat saya tidak punya tabungan. Walau begitu saya tetap bisa menjalani hidup dengan senang.


Tinggal sendiri seperti ini menurut saya menyenangkan. Saya bisa melakukan apapun yang saya mau. Jika mereka complain, mereka bisa angkat kaki dari tempat saya. Karena ini area saya, daerah kekuasaan saya. Lebih baik lagi kalau mereka tidak usah menginjakkan kaki di tempat saya ini.


Halhal seperti ini yang rasanya merupakan tingkat tertinggi privasi saya. Betapa menyenangkan.


Lalu saya seperti tercubit dengan cubitan yang sakit dan perih. Wajah chubby kemerahan yang menggemaskan dengan mata yang berbinarbinar, mengambil hati saya dalam sepersekian detik. Wajah bayi mungil. Wajah itu seakan mengajak saya bermain didunianya. Penuh antusias memandang mata saya, mengisyaratkan keinginan untuk hidup. Berupaya bercerita dengan gerak tubuhnya, tangisnya, tawanya. Ah, saya jatuh hati.



Sesuatu yang luar biasa dari diri saya berkata, saya ingin memilikinya. Rasanya itu yang membuat saya kadang terharu ketika melihat wajah mungil itu memandang saya. Ah.


Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan bayi mungil ini? Saya bahkan tidak memiliki pasangan yang bisa membantu saya untuk ini.


Itu membuat saya berpikir tentang wife material. Saya memang tidak punya banyak pacar. Ada beberapa orang yang dekat dan saya beberapa kali menjadi salah satu opsi untuk dinikahi. Selalu saja bukan saya yang menjadi pilihannya (atau menolak jadi pilihan?). Mereka kemudian menikah dengan orang yang terpilih. Membuat saya berpikir, am I wife material? Dan sampai saat ini saya tidak tahu atau mungkin tak ingin tahu.

Masih mimpi bersama wajah mungil yang lucu dan menggemaskan itu. Ah. Am I Mom material?


Friday, 10 June 2011

Bukan siapa-siapa


Lihat, lelaki itu, ok lah ya..
Aku menemukan fotonya tak sengaja, oh, di e-mail lamaku. Dia bukan siapa-siapa... Oh, dia mantan pacarku.
Aku tak begitu yakin soal mantan, dia terlalu tampan untukku. Sepertinya begitu juga yang ada dipikirannya.

Beberapa waktu yang lalu entah mengapa id nya muncul kembali setelah tak pernah aku temukan online. Lucu, bahkan tak pernah dihapus.
Aku tertawa.
Rasa ingin tahu membuat aku menyapanya, hi.. tak kusangka dia menjawab. Setelah berbicara menanyakan kabar, aku tanya apakah dia tahu siapa yang menyapanya ini.

Dia tidak tahu, aku tersenyum.

Aku sebut namaku. Dia kembali bertanya. Aku tertawa, sudah ku sangka dia tak akan ingat.

Tak lama kemudian dia mengkonfirmasi, tempat tinggalku, diriku, hatiku yang dulu. Sekarang aku terdiam. Ah, ini tidak lucu.

Dan dia memulainya seperti dulu, meminta nomor teleponku. Mengajakku bertemu. Sungguh tidak lucu.

Meneleponku berkalikali. Menanyakan halhal kecil, sibuk? Sudah makan? Sesuatu yang biasa dilakukan dulu. Menelepon hanya ingin mendengar suaraku. Oh.. ini tidak lucu.

Aku ingin kuat. Aku yang memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan hubungan ini. Aku yang dulu tidak tahan dengan ketidakberadaannya disisiku. Aku yang merasa hatiku pedih karena dia datang dan pergi sesuka hati. Dia yang tidak pernah bisa kupegang katakatanya. Dia yang pernah memegang hatiku begitu kuat. Dia yang berusaha kembali memenangkan hatiku. Dia yang aku pilih untuk tidak lagi menghubungiku. Dia yang aku ingin untuk tidak lagi bersamaku. Dia.. lelaki sialan difoto itu.

Aku tidak bisa diperlakukan sama seperti dulu. Sudah ku bilang kalau dia mantan, kan?

Aku terima tantangannya bertemu, dia setuju. Sesudah 10 tahun, aku ingin tahu. Aku ingin menguji diriku.

Waktunya tiba. Dia tidak datang.

Entah mengapa hatiku terasa goyang. Aku tahu ini akan terjadi. Aku tahu.
Aku tahu dia tak akan kembali, aku tahu.

Aku tersenyum, walau aku tak bisa menggambarkan rasa hatiku ini lagi.

Ya, aku tahu dia pasti ingin bertemu. Waktu yang kupilih memang tidak tepat, dia tidak bisa meninggalkan anak istrinya hanya untuk seorang mantan pacar. Tak ada alasan yang bisa diucapkan untuk sekedar menemuiku sebentar. Dan kemudian aku tersenyum.

Dia bukan siapa-siapa, oh, mantan pacar.

Monday, 23 May 2011


Guys out there, most of them looking for a pretty and cute girl.

That's make me smile.
I am definitely not that kind of girl.
I am bold, intimidating sometimes, and sexy.
Cute is not refering to me.
Cos i'm bigger than that. am more mature than just a cute.

So if you're looking for a cute girl, darlin, it's not me.

You can excuse yourself.. away from me.
Perempuan itu tersenyum malumalu.
Beberapa undangan ditangan terpegang erat.
Ketika undangan itu berpindah, dia tersipu. Beberapa orang memandangnya takjub, terkejut. Tersenyum memandangnya, wajah bahagia.

Aku memandang dari jauh. Ikut tersenyum melihat wajah tersipu gadis itu.

Dan aku menghela nafas kembali, bibir ini tersenyum. Beruntung bibir itu bukanlah cermin hati. Karena hatiku sedang berdarah kini.

Membuatku ingin kembali menenggelamkan diri ke dalam tumpukan kertas ini.
Ah, aku juga menginginkan saat tersipu malu seperti itu.

Bibirku tersenyum.

Thursday, 12 May 2011

Suatu malam di tempat sate padang, sebelah al azhar dan snappy kemang

Rasanya seperti tersengat listrik! Perempuan itu duduk dihadapanku dan hanya perlu sekelebat pandang saja untuk mengenalinya. Sebuah tank top yang longgar nyaris memperlihatkan seluruh dadanya dan tak ada keinginan untuk perduli dengan apa yang dipakainya. Wajahnya polos tanpa make up dan sebatang rokok di tangan kiri. Dia tertawa lepas dengan lelaki dihadapannya -yang tentu saja dengan leluasa membiarkan matanya melahap habis tampilan perempuan itu. Perempuan itu seorang pengarang.

Aku pernah membaca salah satu bukunya. Rasanya aku hampir ingin membuang buku itu karena begitu muak dengan semua bahasa vulgar yang digunakan. Berbicara tentang selangkangan dan membuatnya seakanakan hanya ada satu masalah itu didunia ini. Rasanya begitu banyak hal yang ingin aku perdebatkan dengan beragam pikiran yang ditanam dibuku itu. Ah, betapa aku tidak suka membaca tulisannya! Ah.. betapa aku masih terus mencari bukubukunya! Sial!

Perempuan itu memandangku tanpa minat. Aku alihkan pandangan ke tempat lain. Ingin mengumpat rasanya. Dia membuatku tampak tak berarti disitu, hanya seperti pajangan berdebu.
Aku sempat mendengar bahwa dari jaring labalaba silsilah pernikahan keluarga, aku sempat tergaris jauh dengan garisgaris semrawut keluarganya. Membuat dia sempat mejadi salah seorang tante akibat jaring pernikahan. Tapi dia tidak mengenalku, tidak seperti aku. Arrggh!. Rasanya tubuhku bergetar. Entah apa sebenarnya yang terjadi ini. Aku sendiri tak mengerti.

Ada sesuatu dari perempuan itu yang tidak aku suka. Mungkin karena dia terlalu bebas, terlalu bersikap semaunya, terlalu mudah mendapatkan perhatian dari para lelaki?
Ah, aku bahkan tak punya urusan dengan itu. Ada satu energy yang berujung pada amarah. Aku bahkan tak tahu sebabnya. Soal pertautan garis itu pun aku tak pernah benarbenar tahu keasliannya.
Lalu apa sebab aku bisa memiliki perasaan yang aneh ini? Aku tak suka dengan perempuan itu. Aku tahu. Masalahnya aku selalu saja mendengar namanya, membaca review tentang bukunya, bahkan membaca buku itu. Aku tak habis pikir.
Siapa yang jadi aneh? Aku? Oh, aku.
Bahkan dia tak tahu siapa aku. Memandangku tanpa minat, hanya seperti pajangan berdebu. Sial!

Tak lama sesudahnya perempuan itu me-launching novel sastra terbarunya yang ditulis bersama banyak teman lelakinya.
Berisi pergumulan lakilaki dan perempuan. Seks, rindu dan selingkuh.
Kabarnya, begitu ramai di twitter.

Oh.. bahkan aku mencari tahu tentang itu.
Menakjubkan!

Monday, 9 May 2011

My friend said that I have to stop watching K-drama, stop dreaming. She also said that I have to live and face the real life.
:$
I am living my life..! ok, I’m not a real princess because my mom and dad also not a queen and king. But every girl is princess, right? So then, I am princess and princess is never complete without a prince..  well my prince is on his way...
My sister was so worry, and she also said that I have to stop watching dramas cos I have to live in a real life, and stop admiring the six packs and pretty face of prince in the drama. Well.. I am living my life!
Is that a problem that I love the prince in the drama? Because he’s not just physically very attractive but also loving, caring, cool, masculine, protecting, and the heroin things.. every girl would love it! but it’s not just his appearance but also attitude as a man, and he’s not that perfect either.. no one does anyway..!
There are a lot of pretty face out there but I know that I will fall and loyal to the only one man in my life. well have’n found him yet, but will do. #fingercross.

Wednesday, 6 April 2011

I'd like to say something to you. Do you have a minute?

Since we haven’t meet to each other for years and I don’t think that you really wanna see me because you don’t even know me and probably we would never meet again. I have something to admit.

I was your junior at junior high. Fadlani’s friend (ring a bell?)

I know you because you and Lani also friend. Actually Lanni and you were look alike, such a brother and sister.

Then,

I was the one instructed by the gank (lani was included) – long time ago, to call you and ask you out for a movie.
Yes, we had a conversation on the phone that time.
You came with your friend (saut), but the gank didn’t. I came.
I saw you at the parking lot. I was with someone else. So, it was four of us there.
And we were watching the same movie. We came late.

I felt terrible, because the gank didn’t come. And I saw you with something I didn’t know. You were very quiet.
It was your eyes that I saw. Alone and sad. You looked fragile. You have beautiful pair of eyes with strong eyebrow, similar with Lani. That, I remember. It wasn’t sorry that I felt because you and I have been fooled by the gank, I felt something else. Maybe that was the time that I feel you were different with others. You have your own world. Because you didn’t seem blend with others. After that, I keep watching you from distance. You were the most interesting human being that time, at least for me. Then I met a lot of interesting people and of course it ‘s because I am an interesting person. Well I don’t mean interesting is attractive or loveable or adorable. It’s just because of me is me.

FYI, I was invisible for you. I felt that way.

Then, we’re friend on facebook. You read my note. I was surprised.
I didn’t expect that you will read that stupid note. Because actually, my note is story of my life.
I feel naked in front of you. No, I feel somehow, now I am visible. Well, the note was published on FB, but I didn’t think people will read. That is just stupid note. That is just me.
After that you had my attention. Surprise surprise that you were the speaker for Nagabumi Seno Gumira. One of my favorite authors.

See, you are something beyond my imagination.
I don’t think meeting you is good for me. I’m weirdo with my own imagination. I don’t think that I can really have conversation with you.
Before, I saw you as a dark angel with bleeding wings (just my imagination), strong and weak at the sametime. Hurt, most of the time. I’m afraid I will tell you something weird and you can’t understand any of word that comes out from my uncontrolled mouth.

I was thinking you are my reflection. I was thinking seeing me in you, alone, sad, trying to be tough and weak at the sametime. I guess that’s just my imagination. I’m softening sentence ‘I was wrong’. I was thinking too much.

Well, I’m having my period now that’s why I sound crazy. Eh mm I’m doing this everyday.
It’s crazy me.

Just ignore.

Saturday, 26 February 2011

goodbye

i'm going out from my comfy and cozy and stressfull world now.
i'm not hating my self. but i'm leaving my life and family now. i'm gonna be lonely me. i'm out.

Thank you for all good things you'all done in my life. You'all made my life so colourful.

goodbye.